Tag


Nabi Zakaria dan istrinya sudah tua. Padahal sejak muda mereka mendambakan seorang putra yang dapat melanjutkan dakwah untuk membimbing ummatnya supaya tidak tersesat.

Pekerjaan sehari-hari adalah sebagai tukang kayu, tetapi dakwah yang dilakukan untuk membimbing ummat lebih diutamakan daripada kepentingan pribadi.

Siang malam ia berdo’a bersama istrinya. Akhirnya do’anya dikabulkan. Istrinya mengandung, sesudah melahirkan anak laki-laki maka anak itu diberi nama Yahya.

Sesudah dewasa Nabi Yahya beristri dengan seorang wanita bernama Isya binti Faqud bin Miyal. Isya mempunyai saudara perempuan bernama hanah. Hanah diperistri Imran. Dari pasangan Hanah dan Imran ini lahirlah Maryam Ibu Nabi Isa.

 

Lahirnya Maryam

Psangan suami Istri hanah dan Imran sudah berusia lanjut namun juga belum dikaruniai anak. Siang malam mereka berdo’a akhirnya Allah mengabulkan do’anya. Hanah mengandung, namun saying, disaat Hanah mengandung Imran meninggal dunia.

Karena tidak mempunyai ayah, sesudah bayi itu lahir ia diasuh oleh Nabi Zakaria setelah terlebih dahulu diserahkan kepada  Allah yaitu diletakan di masjid baitul Aqsha.

Nabi Zakaria dan Nabi Yahya dikenal sebagai Nabi yang gigih memperjuangkan agama Allah. Yahya dikenal sebagai pembatis, yaitu memandikan orang-orang berdosa yang bertaubat di tepi sungai Yordan. Pemandian itu bukan berarti mencuci dosa, melainkan tanda orang tersebut bertaubat.

 

Sumber :

1. kisah25nabi.blogspot.com

2. Adhiansyah, Kisah 25 Nabi dan Rasul, Al Hikmah Surakarta