Tag

, , , ,


JAKARTATransparansi International Indonesia (TII) menilai, dari seluruh kota besar yang ada di Indonesia, hanya Denpasar yang memiliki persepsi bersih terhadap bentuk korupsi.

“Tahun ini Kota Denpasar mendapat skor paling tinggi sebesar 6,71, disusul Tegal (6,26), Solo (6,00), Yogyakarta dan Manokwari (5,81),” kata Sekertaris Jenderal Transparansi International Indonesia (TII) Teten Masduki di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (9/11/2010).

Dalam survei ini, setidaknya ada 50 kota besar di Indonesia yang menjadi penilaian atau mendapat persepsi terhadap tingkat korupsi yang ada di wilayah tersebut. Survei ini dilakukan dengan cara wawancara tatap muka terhadap 9.237 responden pelaku bisnis dari Mei sampai Oktober 2010.

“Untuk Kota Denpasar, sejalan dengan hasil survei integritas pelayanan publik 2009 yang dikeluarkan KPK yang menempatkan Denpasar sebagai salah satu kota dengan skor terbaik,” ungkapnya.

Teten menjelaskan, dari hasil tersebut menunjukkan bahwa korupsi ternyata masih menjadi masalah paling utama bagi para pelaku bisnis dalam menjalankan usaha di Indonesia, mengalahkan persoalan lainnya seperti infrastruktur yang tidak memadai, birokrasi yang tidak efisien, dan ketidakstabilan politik.

“Survei IPK Indonesia juga menunjukkan bahwa bagi kalangan usaha, kepolisian, pajak, dan pengadilan serta Kejaksaan merupakan lembaga-lembaga publik yang perlu menjadi prioritas dalam pemberantasan korupsi,” tutupnya.

Selain itu ada pula beberapa kota yang juga dinilai mendapatkan IPK yang rendah atau bisa dikatakan sebagai kota terkorup. Di antaranya Jayapura dengan IPK 4,33, Sorong (4,26), Pangkal Pinang (4,17), Malang (4,15), Jambi (4,13), Makassar (3,97), Surabaya (3,94). Dan yang paling terendah adalah Cirebon dan Pekanbaru dengan IPK (3,61).

Sumber : okezone