Tag


gunung-ciremai_1024x768.jpg

Pendakian kali ini adalah yang pertama sejak tahun 2007, terakhir kali saya mendaki Ciremai cukup memuaskan tidah hanya menginjakan kaki di Puncak Ciremai tetapi bisa menginjakan kaki di kawah Ciremai.

Saat itu putra saya masih kecil, dan ada niatan lagi untuk dapat mendaki Ciremai lagi kelak ketika putra saya telah dewasa.

2 tahun yg lalu walau baru kelas 4 SD putra saya selalu mengajak untuk mendaki gunung Ciremai, karena waktu dan kesibukan, serta faktor usia yg masih terlalu muda bagi putra saya untuk mendaki ciremai saya tidak dapat memenuhi permintaannya untuk mendaki puncak tertinggi Jawa Barat yaitu Gunung Ciremai.Ketika menginjak kelas 6 SD, putra ku mengajak untuk mendaki Ciremai, saya pun segera merencanakan waktu kapan akan mendaki Ciremai tanggal 17 Agustus 2014 saya pilih dengan pertimbangan bahwa waktu itu banyak pendaki. Dan jalur yang digunakan adalah
jalur Linggajati. Jalur ini dipilih karena jalur yg saya 5 kali saya lalui ketika mendaki Ciremai ditahun2 sebelumnya.. Jalur ini terletak di
sebelah desa linggajati.

Jalur Linggajati merupakan jalur tergolong berat, saya pun mempersiapkan sebaik-baiknya logistik dan peralatan pendakian.

16 Agustus 2014
08.00 WIB Berangkat dari rumah menggunakan Sepeda Motor diantar oleh Saudara menuju Cibunar-Linggajati Kuningan

Start Pendakian Pos Linggrjati 09.30 WIB
Setelah mendaftarkan diri di Pos Pendaftaran dan membayar uang masuk dan asuransi sebesar 20 rb rupiah dan Setelah segala urusan administrasi selesai, kami pun mulai berangkat pada pukul 09.30 ke Gerbang pos pendakian jalur Linggjati di Cibunar, dari Pos Pendaftaran menjuju Cibunar walaupun beraspal tapi lumayan menanjak bisa buat pemanasan dan menguras tenaga juga.

Pos Cibunar ± 750 mdpl Pukul 10.00 WIB

Di pos inilah kami pertama beristirahat melepas lelah. Dipos Cibunar ini kami mengambil bekal air dari Sumber Air, karena hanya sampai disini sumber air tersedia. . Dalam perjalanan dari pos ini menuju condong amis, kita bisa melihat pemandangan kota Cirebon bahkan desa kami tinggal.

Pos Luweng Datar ± 1.285 mdpl Pukul 11.30 WIB

Jalur ini yang dominan ditumbuhi rumput ilalang dan tanaman berduri, di Pos ini kami istirahat sebentar untuk melepas lelah

Pos Condang Amis ± 1.350 mdpl Pukul 13.00 WIB

Di pos inilah jalur linggasana dan jalur linggajati bersatu. Di pos ini terdapat lahan yang cukup luas untuk mendirikan beberapa tenda dan ada terdapat bangunan yang yang cukup luas bisa digunakan untuk berteduh atau beristirahat.
Di Pos condang amis ini karena suasana sudah siang kamipun beristirahat melepas lelah sambil memasak mie Instan dan saya membuat kopi untuk menyegarkan tubuh.

Selepas pos ini medan yang dilalui mulai berat. Jalur Linggajati kita harus berpijak pada akar-akar untuk memudahkan perjalanan. Kemiringan sepanjang jalur sekitar 40°-70°.

Pos Kuburan Kuda ± 1.580 mdpl Pukul 14.30 WIB.

Jalur selepas pos condang amis Pos Kuburan Kuda Di pos ini kami beristirahat Di pos kuburan
kuda ini juga terdapat lahan yang bisa menampung 2-3 tenda ukuran sedang.
Setelah beristirahat melepas lelah kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos berikutnya yaitu Pos Pengalap.

Pos Pengalap ± 1.790 mdpl Pukul 16.00 WIB.

Kami kembali beristirahat pada pos ini setelah dirasa cukup beristirahat kami melanjutkan perjalanan menuju Pos Tanjakan Seruni, Pos Tanjakan Bapa Tere, dan Pos Batu Lingga.

Sebenarnya target kami mendirikan tenda adalah pada Pos Batu Lingga yang masih 2 Pos yg harus dilalui, Namun karena cuaca yang akan gelap dan kondisi saya yang sudah lelah dan kami mendapatkan info dari beberapa pendaki yang turun bahwa di Pos Batu Lingga tempat untuk mendirikan tenda penuh akhirnya kami pun mendirikan tenda beberapa meter puluh menjelang Tanjakan Seruni.

Kami bermalam disini, kebetulan di tempat kami mendirikan tenda ikut beberapa pendaki yg mendirikan tenda disini sehingga walaupun kami hanya berdua tapi tidak merasa sepi karena ada rekan-rekan pendaki lain.

Saat itu kondisiku sudah lelah karena logistik yg saya bawa lumayan menguras fisik saya dan mungkin karena faktor usia yg sudah tidak seperti beberapa tahun lalu, walaupun sudah beberapa kali mendaki ciremai tapi menurut saya pendakian ini yg cukup berat, dan mempertimbangkan waktu apabila melanjutkan mendaki sampai puncak yg dikwatirkan adalah untuk perjalanan turun akan menemui cuaca malam lagi yg terpaksa harus bermalam dan membuka tenda, padahal bekal terutama air mungkin sudah habis, maka saya putuskan pendakian ciremai hanya sampai sini dan saya sampaikan kepada putra saya, Alhamdulillah dia mengerti dengan keadaan saya yang sudah lelah.

Setelah selesai membuat tenda, saya coba memasak mie dan kopi untuk memulihkan tenaga yg sudah terkuras dalam pendakian tadi.
Setelah selesai menyantap mie saya ngobrol dengan beberapa rekan pendaki yg kebetulan mendirikan tenda disitu, mereka mengatakan sekitar jam 23.00 akan melanjutkan pendakian.

Akhirnya setelah jam 24.00 saya sendirian hanya putra saya saja yg masih disitu karena memutuskan tidak melanjutkan pendakian, dan akan ngecamp disini sampai pagi, yg nantinya akan kembali turun. Setelah benar2 sepi sayapun masuk tenda untuk Istirahat,

Perjalanan Turun tanggal 17 Agustus 2014

Sekitar jam 04.00 WIB saya terbangun, dan untuk menghilangkan rasa dingin yg sangat, saya putuskan untuk memasak nasi didalam tenda, kebetulan saya membawa kompor gas portebel, setelah selesai memasak nasi dan membuat kopi suasana diluar tenda dah mulai terang, maka saya bangunkan putra saya untuk sarapan pagi.

Setelah sarapan pagi dan packing kembali, kami pun melanjutkan perjalanan turun sekitar pukul 08.00 WIB. Dalam perjalanan turun saya hubungi pihak keluarga di rumah untuk menjemput saya di Pos Pendaftaran di Linggajati sekitar jam 12.00 WIB.

Dalam perjalanan turun walaupun agak ringan tapi membuat kaki dan jari-jari kaki terasa sakit karena menahan. Dan kaki saya sempat terkilir, Alhamdulillah terkilir saya tidak begitu parah sehingga perjalanan turun lancar. Jam 11.00 WIB akhirnya saya sampai di Pos Cibunar, setelah sampai di Cibunar kami membersihkan diri dimata air yg ada disana sambil memasak mie dan kopi, setelah membersihkan diri dan menyegarkan tubuh dengan meminum kopi kamipun melanjutkan perjalanan menuju Pos Pendaftaran untuk melapor kedatangan kami kembali, dan jemputan dari rumahpun mungkin sudah menunggu disana, setelah melapor kami langsung pulang ke rumah dan sekitar jam 14.00 WIB kamipun dan sampai dikediaman.

“Dalam pendakian ini walaupun tidak sampai ke Puncak Ciremai setidaknya saya bisa memperkenalkan kepada anak saya tentang situasi dan kondisi mendaki, apa yg harus dipersiapkan dalam mendaki apabila dia akan mendaki Ciremai kembali dilain waktu dengan teman temannya”.

Photo-Photo Pendakian Gunung Ciremai